AMI | Global Math

Thema PSB NU AMI gratis untuk 10.000 pondok pesantren NU

Hari Santri 2026

Tema PSB NU AMI gratis untuk 10.000 pondok pesantren NU

Sistem penerimaan santri baru lengkap, dari pendaftaran sampai pengumuman, kami hadiahkan untuk pesantren NU.

Hubungi kami via FacebookLihat tiga syarat

Dalam rangka memperingati Hari Santri, tema WordPress PSB NU AMI, sistem penerimaan santri baru lengkap dari pendaftaran sampai pengumuman, kami berikan gratis kepada 10.000 pondok pesantren NU. Tanpa biaya lisensi tema dan tanpa kontrak berlangganan. Syaratnya hanya tiga, dan semuanya tentang jati diri: logo NU, tokoh muassis NU, dan nilai-nilai luhur Sinuhun Gunung Jati Syekh Syarif Hidayatullah tidak boleh dihapus dan tidak boleh diganti.

Tampilan beranda situs PSB NU AMI dengan banner Penerimaan Santri Baru Pondok Pesantren NU

Pengumuman: gratis untuk 10.000 pesantren NU

Bayangkan hari pertama pendaftaran santri baru di pesantren Anda tahun depan. Formulir masuk sendiri. Berkas wali tersimpan rapi di satu tempat. Pembayaran tercatat. Jadwal ujian terkirim. Ketua panitia membuka satu layar dan langsung tahu berapa yang sudah mendaftar, berapa yang menunggu verifikasi, dan berapa yang lulus. Tidak ada tumpukan map, tidak ada puluhan grup WhatsApp, tidak ada pertanyaan “berkas saya sudah masuk belum, Ustadz?” yang harus dijawab satu per satu pada pukul sepuluh malam.

Itulah yang kami bangun, dan sekarang kami serahkan kepada Anda. Namanya PSB NU AMI: tema WordPress untuk Penerimaan Santri Baru yang dirancang khusus untuk cara kerja pesantren NU, dengan identitas hijau Nahdlatul Ulama dan ornamen Mega Mendung warisan Cirebon.

Kami tidak menjual tema ini kepada pesantren NU pada momentum ini. Kami menghadiahkannya, karena Hari Santri adalah saat yang tepat untuk berkata: pesantren berhak atas teknologi yang rapi, aman, dan bermartabat, tanpa harus menunggu anggaran.

Penawaran sekilas

Hal
Ketentuan
Produk
Tema WordPress PSB NU AMI, versi terbaru
Biaya tema
Gratis
Penerima
10.000 pondok pesantren NU
Isi
Pendaftaran, dokumen, pembayaran, verifikasi, jadwal, ujian CBT aman, penilaian berbobot, approval pimpinan, pengumuman, daftar ulang
Dukungan awal
Buku pedoman 61 halaman, data contoh siap pakai, dan pemasangan satu langkah lewat plugin
Batas penerimaan
Tanyakan batas terbaru saat menghubungi kami
Sisa tempat
Tanyakan jumlah terbaru saat menghubungi kami
Syarat
Tiga identitas tetap (lihat bagian Tiga syarat)
Cara bergabung
Hubungi kami lewat Facebook

Yang gratis dan yang tidak

Kami ingin jujur sejak awal, karena kepercayaan lebih mahal daripada tema mana pun. Yang gratis: tema, plugin pemasang dan pembaruan, kunci lisensi program, buku pedoman, dan data contoh. Yang tetap menjadi tanggungan pesantren: nama domain dan layanan hosting (biasanya ditanggung pengelola situs pesantren yang sudah ada), serta pembayaran gerbang bayar atau rekening yang Anda pilih sendiri. Kami tidak memungut biaya tersembunyi, dan kami tidak menyimpan data pendaftar Anda di server kami: data hidup di situs milik pesantren.

Mengapa Anda perlu bertindak sekarang

Jumlah penerima dibatasi 10.000 pesantren. Itu angka yang besar, tetapi pesantren NU di Nusantara juga banyak, dan program ini berjalan berdasarkan urutan pendaftar. Setiap pesantren yang bergabung hari ini mengurangi satu tempat yang tersedia. Pesantren yang menunda sampai mendekati masa pendaftaran santri baru sering mendapati dua hal: tempat sudah habis, atau waktu persiapan sudah terlalu sempit untuk memasang, mencoba, dan melatih panitia.

Bagian selanjutnya menjawab lima pertanyaan yang biasanya ada di kepala pengurus: apa persoalan yang diselesaikan, mengapa kami memberikannya pada Hari Santri, apa isi paketnya, mengapa tiga syarat itu mutlak, dan bagaimana cara memulai. Jika Anda sudah yakin, loncat ke bagian Ajakan bertindak di akhir dan hubungi kami sekarang.

Persoalan yang diam-diam menguras tenaga panitia

Penerimaan santri baru adalah pekerjaan paling padat dalam kalender pesantren, tetapi sering dikerjakan dengan alat paling seadanya. Formulir kertas difotokopi. Foto berkas dikirim lewat WhatsApp ke nomor pribadi seorang ustadz. Bukti transfer menumpuk di galeri ponsel. Daftar nama disusun di lembar kerja yang berubah-ubah versinya. Pada akhirnya, satu atau dua orang menanggung beban yang seharusnya dibagi rata, dan mereka yang paling rajin justru yang paling kelelahan.

Tidak ada yang salah dengan niatnya. Yang bermasalah adalah sistemnya. Ada lima kerugian yang hampir selalu muncul.

Lima kerugian cara lama

  • Waktu yang hilang. Mencocokkan nama di bukti transfer, mencari berkas yang terselip, dan menjawab pertanyaan yang sama berulang kali memakan jam demi jam. Jam itu sebenarnya milik pembinaan santri.
  • Data yang tercecer. Ketika data tersebar di ponsel pribadi, satu panitia yang berhenti atau mengganti nomor bisa membawa serta riwayat pendaftar.
  • Seleksi yang sulit dibuktikan adil. Tanpa rekam jejak, nilai yang berubah atau keputusan yang diubah tidak punya jejak. Ketika wali bertanya “mengapa anak saya tidak diterima?”, panitia tidak punya jawaban tertulis yang tenang.
  • Ujian yang rawan. Ujian tulis di ruangan penuh membutuhkan pengawas banyak, sedangkan ujian daring tanpa pengamanan mudah disalahgunakan.
  • Pimpinan yang terlambat tahu. Kiai dan pengasuh membutuhkan gambaran utuh sebelum memutuskan, namun laporan baru jadi setelah panitia begadang merekap.
Dasbor panitia PSB NU AMI berisi statistik pendaftar dan grafik tren

Sebelum dan sesudah

Tahap
Cara lama
Dengan PSB NU AMI
Pendaftaran
Isi kertas atau kirim foto ke nomor pribadi
Wali mengisi formulir dari rumah, data tersimpan terstruktur
Berkas
Foto di galeri ponsel panitia
Unggahan tersimpan di folder privat, hanya petugas berwenang yang dapat membuka
Pembayaran
Cocokkan bukti transfer manual
Tagihan dan status bayar tercatat per pendaftar
Verifikasi
Cek berkas satu per satu tanpa catatan
Verifikator memberi tanda dan catatan revisi yang terbaca wali
Jadwal
Pengumuman lewat grup, sering terlewat
Jadwal dan kartu peserta muncul di akun calon santri
Ujian
Tulis di ruangan, pengawas banyak
Ujian CBT dengan pengamanan dan skor pelanggaran
Penilaian
Nilai di kertas, rekap manual
Lima komponen berbobot dihitung otomatis, perubahan nilai wajib beralasan
Keputusan
Rapat panjang dengan data tak seragam
Peringkat dan persetujuan pimpinan dalam satu layar
Jejak
Tidak ada
Log audit setiap perubahan penting

Hitung sendiri biayanya

Sebelum menilai tema ini mahal atau murah, hitung dulu biaya yang sedang Anda bayar dengan cara lama. Berikut contoh hitungan, angkanya hanya ilustrasi, ganti dengan angka pesantren Anda:

Komponen
Contoh angka
Hasil
Jumlah pendaftar per gelombang
300 orang
300
Waktu panitia per pendaftar untuk menerima, mencatat, dan mengonfirmasi (menit)
20 menit
6.000 menit
Setara jam kerja
6.000 : 60
100 jam
Jika ada dua gelombang
100 jam × 2
200 jam

Dua ratus jam bukan angka kecil. Itu setara dua puluh lima hari kerja delapan jam untuk satu orang. Sistem yang rapi tidak menghilangkan seluruh pekerjaan itu, tetapi memindahkan bagian paling melelahkan, yaitu mencatat ulang, mencocokkan, dan menjawab pertanyaan berulang, ke mesin. Waktu yang kembali bisa dipakai untuk hal yang tidak bisa digantikan mesin: menyapa wali, mengenali calon santri, dan memilih dengan hati-hati.

Setiap gelombang pendaftaran yang berlalu tanpa sistem adalah gelombang yang tidak bisa diulang. Biaya menunda bukan nol. Hanya saja, ia dibayar dengan tenaga orang-orang terbaik Anda dan tidak pernah tertulis di pembukuan.

Ilustrasi: satu hari di meja panitia

Berikut gambaran rekaan, bukan kesaksian tokoh nyata, tentang dua hari yang berbeda di sebuah pesantren fiktif. Bacalah dengan bertanya: hari yang mana yang lebih mirip hari-hari panitia di tempat saya?

Hari yang pertama, dengan cara lama. Ustadz Rahman membuka ponselnya pukul enam pagi. Empat puluh pesan baru dari wali: foto kartu keluarga yang buram, bukti transfer tanpa nama, pertanyaan tentang jadwal tes yang sudah diumumkan kemarin. Ia menyalin satu per satu ke lembar kerja. Pukul sepuluh, seorang wali datang langsung dan bertanya mengapa putranya belum dipanggil. Ia mencari di tumpukan map, tidak menemukan, dan meminta maaf. Pukul sembilan malam ia baru sadar belum sempat membaca kitab sehari penuh. Ia tidak malas. Ia hanya tenggelam di pekerjaan yang bukan ilmunya.

Hari yang kedua, dengan sistem yang rapi. Ustadz Rahman membuka dasbor pukul tujuh. Dua belas pendaftar baru, enam berkas menunggu verifikasi, empat pembayaran perlu dicek. Verifikator sudah memberi catatan pada dua berkas yang buram, dan wali menerimanya langsung di akunnya. Ketika wali datang pukul sepuluh, Ustadz Rahman mencari nama putranya, menemukan statusnya, dan menjawab dalam satu menit: “Jadwal tesnya Kamis, kartunya sudah ada di akun Bapak.” Pukul sembilan malam, ia duduk membaca kitab.

Dua hari itu tidak berbeda dalam kesungguhan Ustadz Rahman. Mereka berbeda dalam alat yang ia pakai. Dan perbedaan itulah yang kami tawarkan kepada Anda, tanpa biaya, pada Hari Santri ini.

Pertanyaan untuk direnungkan pengurus

Sebelum memutuskan, jawablah tiga pertanyaan ini dengan jujur, hanya untuk diri sendiri:

  • Berapa jam panitia saya habis untuk mencatat ulang dan menjawab pertanyaan yang sama pada gelombang terakhir?
  • Jika seorang wali meminta bukti mengapa anaknya tidak diterima, apakah saya punya catatan tertulis yang bisa saya tunjukkan dengan tenang?
  • Jika panitia utama berhalangan besok pagi, apakah data pendaftar tetap aman dan dapat diteruskan orang lain?

Bila jawaban untuk salah satunya membuat Anda gelisah, maka sistem ini ditujukan untuk kegelisahan itu.

Mengapa Hari Santri: hadiah dari ruh perjuangan

Tanggal 22 Oktober bukan sekadar angka di kalender. Pada 22 Oktober 1945, Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari menyerukan Resolusi Jihad, seruan yang menegaskan bahwa membela tanah air adalah kewajiban agama. Pada 2015, negara menetapkan tanggal itu sebagai Hari Santri melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Penetapan itu adalah pengakuan: santri bukan penonton sejarah, melainkan pelaku.

Nahdlatul Ulama sendiri berdiri pada 1926 di Surabaya, digerakkan para ulama pesantren yang memahami satu hal sederhana namun mendalam: agama dan bangsa menguat ketika ilmu, akhlak, dan organisasi berjalan bersama. Pesantren-pesantren di bawah naungannya telah melahirkan generasi demi generasi dengan sumber daya yang sering terbatas, tetapi dengan keikhlasan yang tidak ternilai.

Potret Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari

Mengapa memberikan, bukan menjual

Ada tiga alasan kami memilih memberikan tema ini pada Hari Santri.

  • Meneladani cara kerja para muassis. Para pendiri NU berorganisasi dengan prinsip saling menguatkan, bukan saling menghitung. Memberi akses teknologi kepada sesama pesantren adalah bentuk kecil dari semangat itu.
  • Menutup jurang yang tidak perlu. Pesantren besar dengan tim IT dan pesantren kecil di desa sama-sama memikul amanah menerima santri. Alat yang rapi tidak boleh hanya dimiliki mereka yang mampu membelinya.
  • Menjaga identitas. Banyak sistem pendaftaran umum membuat pesantren tampak seperti lembaga lain: warnanya lain, bahasanya lain, nilainya lain. Kami ingin setiap pesantren NU yang menggunakannya terlihat jelas sebagai pesantren NU, dengan ruh yang sama.

Ketiga alasan itu menjelaskan mengapa pemberian ini disertai syarat. Hadiah yang baik boleh punya adab. Adabnya sederhana: jangan mencabut akar yang menjadi sebab tema ini lahir. Akar itu adalah logo NU, tokoh muassis NU, dan nilai-nilai luhur Sinuhun Gunung Jati. Bagian Tiga syarat menjelaskannya lengkap.

Poster Pendiri NU berisi gambar para muassis Nahdlatul Ulama

Mengapa Cirebon

Tema ini membawa dua lapisan warisan. Lapisan pertama adalah hijau dan lambang Nahdlatul Ulama. Lapisan kedua adalah nuansa Cirebon, tanah tempat Syekh Syarif Hidayatullah, yang dikenal sebagai Sunan Gunung Jati, menanamkan dakwah santun yang terbuka bagi semua kalangan dan memelihara masjid serta kaum lemah. Motif Mega Mendung, awan bergaris berlapis khas Cirebon, menjadi ornamen yang menyatukan keduanya.

Dua lapisan itu bukan hiasan. Pada bagian Nilai luhur Sunan Gunung Jati, kami uraikan bagaimana nilai-nilai itu diterjemahkan menjadi pilihan desain dan fitur nyata, dari bahasa yang ramah kepada wali hingga transparansi seleksi yang menjaga kepercayaan.

Isi paket: satu sistem untuk seluruh perjalanan santri baru

PSB NU AMI bukan sekadar formulir daring. Ia mengikuti seluruh siklus penerimaan seperti yang dijalani panitia pesantren, dari calon santri pertama kali membuat akun sampai ia resmi mendaftar ulang. Semuanya berjalan di dalam situs WordPress milik Anda sendiri.

Dasbor calon santri berisi status pendaftaran dan menu utama

Delapan langkah, satu alur

Bagan berikut memperlihatkan perjalanan calon santri. Setiap langkah punya status yang jelas, sehingga calon santri, wali, dan panitia selalu melihat gambaran yang sama.

Bagan alur penerimaan santri baru dalam delapan langkah: formulir, pembayaran, verifikasi, jadwal, seleksi, review, hasil, daftar ulang
Alur penerimaan santri baru · 8 langkah

Calon santri, wali, dan panitia melihat status yang sama pada setiap langkah. Kotak yang disorot menandai satu-satunya langkah yang tidak bisa diwakilkan mesin: keputusan pimpinan.

Delapan peran, masing-masing hanya melihat yang perlu

Pesantren adalah organisasi dengan pembagian amanah yang tegas. Sistem ini meniru itu. Setiap orang masuk dengan akun sendiri dan hanya mendapat menu sesuai tugasnya.

Peran
Tugas utama
Yang dilihat
Super Admin
Mengatur sistem dan pengguna
Seluruh menu, pengaturan, log audit
Panitia
Mengelola pendaftar, jadwal, bank soal, ujian, dan daftar ulang
Pendaftar, program, jadwal, ujian, laporan
Verifikator
Memeriksa dokumen
Antrean verifikasi dan catatan revisi
Penguji
Menilai tes Al-Qur’an dan wawancara
Daftar peserta yang dijadwalkan padanya
Bendahara
Mengurus tagihan dan pembayaran
Data pembayaran dan status bayar
Pimpinan atau Pengasuh
Memutuskan hasil akhir
Peringkat, statistik, pelanggaran, persetujuan
Calon Santri
Mendaftar dan mengikuti seleksi
Formulir, dokumen, jadwal, kartu peserta, ujian
Orang Tua atau Wali
Memantau proses anak
Status, pembayaran, pengumuman

Fitur yang paling sering dicari panitia

Kebutuhan
Yang disediakan
Pendaftaran daring
Formulir bertahap, simpan draft, kunci setelah dikirim
Dokumen
Unggah JPG, PNG, atau PDF dengan batas ukuran, catatan revisi per dokumen
Pembayaran
Tagihan per pendaftar dan status verifikasi pembayaran
Kartu peserta
Kartu bernomor dengan kode QR
Kehadiran seleksi
Menu check-in, mendukung pemindai QR yang bekerja seperti papan ketik
Jadwal
Jadwal ujian CBT, tes Al-Qur’an, dan wawancara per calon santri
Bank soal
Soal per kategori, dari aqidah, akhlak, fiqih, Al-Qur’an, sampai matematika
Ujian CBT
Waktu dan jawaban dijaga di sisi server
Penilaian
Lima komponen berbobot, perubahan nilai wajib beralasan
Keputusan
Peringkat otomatis dan persetujuan pimpinan
Komunikasi
Notifikasi dan pengumuman terpusat
Laporan
Statistik dan ekspor CSV pendaftar
Jejak
Log audit untuk setiap perubahan penting
Halaman kartu peserta pada dasbor PSB NU AMI

Siap dicoba dalam hitungan menit

Tema datang dengan data contoh: 14 calon santri pada berbagai tahap, akun untuk setiap peran, bank soal, paket ujian, dan pengumuman. Panitia bisa langsung mencoba setiap menu, memahami alurnya, lalu menghapus data contoh dengan satu tombol sebelum pendaftaran sungguhan dibuka. Buku pedoman 61 halaman menjelaskan setiap peran dengan gambar, bagan, dan tabel, sehingga ustadz yang tidak terbiasa dengan komputer pun dapat mengikutinya.

Seleksi yang adil, dan bisa dibuktikan adil

Kepercayaan wali adalah modal terbesar pesantren. Satu kecurigaan bahwa seleksi tidak jujur bisa merusak nama yang dibangun puluhan tahun. Karena itu, dua bagian paling teliti dalam PSB NU AMI adalah ujian CBT yang aman dan penilaian yang transparan.

Ujian CBT yang dijaga di sisi server

Ujian berbasis komputer sering gagal bukan karena soalnya, tetapi karena celahnya. Di PSB NU AMI, penghitung waktu, jawaban, dan ikatan perangkat dipegang oleh server, bukan oleh peramban peserta. Peserta tidak bisa mengulur waktu dengan mengubah jam perangkat, dan jawaban tersimpan terus selama ujian berlangsung.

Tampilan ujian CBT dengan soal pilihan ganda dan navigasi nomor soal

Sistem juga mencatat perilaku mencurigakan dengan poin bertahap, bukan menghukum seketika. Kesalahan kecil, seperti klik di luar jendela sekali karena notifikasi, tidak langsung membuat peserta dicurigai. Namun pola yang berulang naik ke tingkat peninjauan manusia.

Kejadian
Poin
Berpindah tab
2
Keluar dari layar penuh
2
Kamera terputus
2
Jendela kehilangan fokus, salin, tempel, potong, atau cetak
1 per kejadian
Perangkat berganti
3
Total poin
Tingkat
Artinya
0 sampai 2
Normal
Tidak ada tindakan
3 sampai 4
Peringatan
Peserta diberi peringatan
5 sampai 7
Perlu ditinjau
Panitia memeriksa rekam kejadian
8 atau lebih
Risiko tinggi
Menjadi prioritas tinjauan

Perlu dicatat: sistem ini menandai dan mencatat, sedangkan keputusan akhir tetap pada manusia. Itu sengaja. Pesantren memutuskan dengan musyawarah, bukan dengan algoritma.

Penilaian berbobot yang selaras dengan karakter pesantren

Nilai akademik saja tidak cukup untuk memilih santri. Spesifikasi sistem menetapkan lima komponen dengan bobot yang mencerminkan penekanan pesantren pada keagamaan dan bacaan Al-Qur’an.

Komponen
Bobot
Akademik
30 persen
Keagamaan
25 persen
Al-Qur’an
20 persen
Wawancara
15 persen
Prestasi
10 persen

Nilai akhir dihitung otomatis dari komponen itu, lalu peringkat tersusun. Setiap kali ada nilai yang diubah, sistem mewajibkan alasan dan mencatatnya di log audit. Dengan begitu, ketika wali bertanya, panitia dapat menjawab dengan tenang dan dengan bukti: berapa nilai tiap komponen, siapa yang menilai, dan kapan.

Pimpinan memutuskan dengan data lengkap

Hasil akhir tidak otomatis. Peringkat disajikan kepada pimpinan, yang kemudian menyetujui satu per satu atau sekaligus. Sistem menyiapkan data, dan kiai tetap yang memutuskan. Itu cara kerja yang sama dengan musyawarah pesantren, hanya lebih rapi.

Data santri adalah amanah: aman, privat, dan milik pesantren

Berkas pendaftaran memuat hal yang sangat pribadi: kartu keluarga, akta kelahiran, rapor, foto anak, nomor telepon wali. Menerima berkas itu berarti menerima amanah. Karena itu, keamanan bukan fitur tambahan dalam PSB NU AMI. Ia adalah dasar rancangannya.

Lima lapis penjagaan

Lapis
Cara kerja
Berkas privat
Unggahan disimpan di folder khusus yang tidak bisa dibuka lewat alamat langsung. Berkas hanya diunduh lewat tautan bertanda keamanan oleh pemilik berkas atau petugas yang berwenang
Hak akses per peran
Verifikator tidak melihat menu keuangan, bendahara tidak mengubah nilai, calon santri hanya melihat datanya sendiri
Log audit
Perubahan status, nilai, dan pembayaran dicatat: siapa, kapan, sebelum, sesudah, dan alasannya
Verifikasi email
Dapat diwajibkan untuk akun baru, agar akun tidak dibuat sembarangan
Validasi unggahan
Hanya JPG, PNG, dan PDF dengan batas ukuran, sehingga berkas berbahaya ditolak

Semua data hidup di situs WordPress milik pesantren, di hosting yang Anda pilih. Kami tidak menampung data pendaftar. Yang tercatat di server lisensi kami hanya kunci lisensi dan nama domain yang diaktifkan, tidak lebih.

Halaman pengaturan lisensi, pembaruan, dan data contoh pada dasbor

Pembaruan resmi tanpa repot

Perangkat lunak yang tidak dirawat lama-lama menjadi risiko. Karena itu paket ini dilengkapi plugin pengelola lisensi dan pembaruan. Ketika ada versi baru, situs Anda menampilkannya seperti pembaruan WordPress biasa, dan pemasangannya cukup dengan satu klik.

Beberapa rancangan yang kami pasang demi ketenangan pengurus:

  • Paket pembaruan diperiksa. Setiap paket membawa sidik jari SHA-256. Bila isinya tidak cocok, pembaruan dibatalkan dan situs tetap berjalan dengan versi lama.
  • Jawaban server bertanda tangan. Informasi lisensi dari server ditandatangani secara digital dan dicek di situs Anda, sehingga tidak bisa dipalsukan di tengah jalan.
  • Domain dibuktikan milik Anda. Aktivasi memeriksa bahwa domain benar dikelola oleh pemegang lisensi.
  • Tema tidak pernah dikunci. Jika server lisensi sedang tidak bisa dijangkau, atau masa lisensi bermasalah, pendaftaran santri tetap berjalan. Yang tertunda hanya pembaruan, bukan pelayanan.

Prinsip terakhir itu sengaja kami tetapkan. Musim pendaftaran tidak boleh terhenti karena urusan administrasi lisensi.

Dipasang tanpa keahlian pemrograman

Pemasangan dibuat sesederhana mungkin. Cukup unggah satu berkas plugin lewat menu Plugin di WordPress. Plugin itu membawa temanya sendiri, sehingga setelah plugin aktif, tema langsung terpasang dan tinggal diaktifkan. Tidak perlu FTP, tidak perlu menyentuh kode.

Tiga syarat yang tidak boleh dihapus dan tidak boleh diganti

Setiap hadiah punya adab. Ketika Anda diberi sesuatu yang bernilai, Anda menerimanya bersama maksud pemberinya. Maksud kami jelas: tema ini lahir dari tiga akar, dan akar itu tidak boleh dicabut oleh siapa pun yang menggunakannya, termasuk oleh kami sendiri.

Logo Nahdlatul Ulama

Syarat pertama: Logo NU

Logo Nahdlatul Ulama tampil pada kepala halaman, kaki halaman, sidebar dasbor, halaman masuk, dan kartu peserta. Ia adalah tanda bahwa pesantren ini bagian dari keluarga besar NU, dan tanda bagi wali bahwa mereka sedang berurusan dengan lembaga yang berpegang pada manhaj Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah.

Syarat kedua: Tokoh Muassis NU

Bagian Pendiri NU pada beranda memuat gambar para muassis dan Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari. Bagian ini mengingatkan setiap tamu, setiap calon santri, dan setiap wali bahwa pesantren ini berdiri di pundak para ulama yang meletakkan dasar jam’iyah. Bagian ini tidak boleh dihapus, disembunyikan, atau diganti dengan tokoh lain.

Syarat ketiga: Nilai-nilai luhur Sinuhun Gunung Jati Syekh Syarif Hidayatullah

Ornamen Mega Mendung, nuansa Cirebon, dan kutipan amanat yang dinisbatkan kepada Sunan Gunung Jati pada kaki halaman bukan hiasan. Ia menjadi pengingat tentang dakwah yang santun, masjid yang dimakmurkan, dan kepedulian kepada kaum lemah. Bagian ini tidak boleh dihapus dan tidak boleh diganti dengan nilai atau lambang lain.

Ringkasan: yang dilarang dan yang dibebaskan

Syarat
Wajib tetap
Tidak boleh
Tetap boleh
Logo NU
Tampil pada kepala dan kaki halaman, dasbor, halaman masuk, kartu peserta
Menghapus, menyembunyikan dengan gaya tampilan, atau mengganti dengan logo lain
Menambahkan logo pesantren di samping logo NU
Tokoh Muassis NU
Bagian Pendiri NU pada beranda
Menghapus, menyembunyikan, atau mengganti tokoh
Menambahkan profil pendiri atau pengasuh pesantren di bagian lain
Nilai luhur Sunan Gunung Jati
Ornamen Mega Mendung dan kutipan amanat pada kaki halaman
Menghapus atau mengganti dengan nilai dan lambang lain
Menambahkan visi, misi, dan nilai khas pesantren sendiri

Yang bebas Anda ubah

Syarat ini sengaja sempit. Kami tidak mengatur selera Anda soal isi dan layanan pesantren. Anda bebas mengisi dan mengubah semua hal yang membuat pesantren Anda berbeda dari yang lain.

Bagian
Yang bisa Anda atur
Identitas
Nama pesantren, tagline, alamat, telepon, WhatsApp, email
Program
Jenjang, kuota, dan biaya
Konten beranda
Kegiatan dan keunggulan, FAQ, persyaratan, jadwal
Penerimaan
Periode, gelombang, jadwal seleksi
Pengumuman
Seluruh pengumuman kepada calon santri dan wali
Akun dan peran
Penambahan panitia, verifikator, penguji, dan peran lain

Bagaimana syarat ini dijaga

Pengaturan memuat pemeriksaan integritas yang membandingkan berkas tema dengan daftar sidik jari rilis resmi, dan memberi tahu pengelola bila ada berkas yang berubah. Ini bersifat pemberitahuan, bukan penguncian, sehingga situs Anda tidak pernah mati karenanya. Penjagaan sesungguhnya adalah kesepakatan: pesantren yang menerima kunci lisensi program menyetujui tiga syarat ini. Pesantren yang menghapus atau mengganti salah satunya tidak lagi memperoleh pembaruan resmi dan dukungan dari program ini.

Kami percaya bahwa pesantren yang paham mengapa syarat ini ada tidak akan merasa terbebani. Justru Anda mungkin merasa bangga, karena identitas itulah yang membedakan tema ini dari sistem pendaftaran mana pun di pasaran.

Nilai luhur Sunan Gunung Jati: dari warisan menjadi rancangan

Syekh Syarif Hidayatullah, yang dikenal sebagai Sunan Gunung Jati, adalah ulama dan pemimpin yang membangun Cirebon sebagai pusat dakwah dan pelabuhan yang terbuka bagi banyak bangsa. Tradisi Cirebon menyimpan amanat yang dinisbatkan kepadanya: “Ingsun titip tajug lan fakir miskin”, yang artinya kurang lebih “aku titip masjid dan kaum fakir miskin”. Dua kata kunci itu, tajug dan fakir miskin, menjadi cara kami membaca seluruh warisan beliau: memakmurkan tempat ibadah dan ilmu, serta menjaga mereka yang lemah.

Pertanyaan penting bagi perancang adalah ini: bagaimana nilai sebesar itu tidak berhenti sebagai kutipan di kaki halaman? Jawaban kami: nilai itu harus mengubah keputusan desain dan perilaku sistem.

Dari nilai ke wujud nyata

Nilai
Makna yang kami ambil
Wujud pada tema
Memakmurkan tajug
Pesantren sebagai pusat ilmu dan ibadah yang rapi dan teduh
Antarmuka tenang, hijau, dan bersih; ilustrasi masjid pada beranda dan dasbor; penekanan pada komponen keagamaan dan Al-Qur’an dalam penilaian
Peduli fakir miskin
Tidak boleh ada yang tersisih karena tidak paham teknologi atau tidak punya banyak sumber daya
Bahasa sederhana, formulir bertahap, dan buku pedoman yang dapat dipahami orang awam; dapat dijalankan di hosting yang terjangkau
Dakwah yang santun
Cara berkomunikasi yang tidak menggurui dan tidak menekan
Catatan revisi berisi petunjuk, bukan penolakan kasar; pengumuman yang rapi dan jelas
Keterbukaan Cirebon
Pintu terbuka bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh
Persyaratan, jadwal, dan biaya tampil terbuka di beranda bagi siapa pun
Amanah
Titipan harus dijaga
Berkas privat, hak akses per peran, log audit
Keteduhan Mega Mendung
Awan yang dimaknai sebagai pembawa hujan dan kesejukan, simbol kesabaran dan ketenangan
Motif Mega Mendung sebagai ornamen halus pada latar, bukan pengganggu bacaan

Ornamen yang berbicara

Mega Mendung adalah motif awan berlapis dengan gradasi warna khas batik Cirebon. Dalam tema ini ia hadir tipis di latar hero, sidebar, dan kartu. Warnanya mengikuti palet hijau NU dengan aksen emas, sehingga setiap halaman terasa sebagai bagian dari satu keluarga visual: hijau yang teduh, emas yang hangat, awan yang menaungi.

Ketika wali membuka beranda dari ponselnya di kampung, ia tidak melihat template umum yang bisa saja milik toko daring. Ia melihat gerbang yang mengenalinya: lambang yang ia hormati, tokoh yang ia kenal, dan motif yang mungkin pernah ia lihat di kain neneknya. Rasa dikenali itu menumbuhkan kepercayaan sebelum satu kata pun dibaca.

Mengapa syarat ini menguntungkan Anda

Identitas yang konsisten adalah aset pemasaran paling jujur yang bisa dimiliki sebuah pesantren. Wali tidak dibujuk dengan slogan; mereka dikenali oleh simbol yang sudah mereka percayai. Pesantren yang memasang ketiga identitas ini secara utuh membawa kepercayaan jam’iyah dan warisan Cirebon sekaligus, tanpa perlu menjelaskannya panjang lebar.

Cara mendapatkan: lima langkah, sehari selesai

Proses bergabung sengaja dibuat pendek. Pengurus pesantren yang belum pernah memasang WordPress pun dapat mengikutinya bersama panduan yang kami sertakan.

  1. Hubungi kami. Kirim pesan lewat Facebook kami dengan nama pesantren, kota, nama pengurus, dan nomor yang bisa dihubungi.
  2. Terima kunci lisensi program. Setelah data Anda kami cocokkan sebagai pesantren NU, kami kirim kunci lisensi program dan paket plugin.
  3. Unggah plugin ke WordPress. Masuk sebagai administrator, buka Plugin lalu Tambah Baru, unggah berkas plugin, dan aktifkan. Tema terpasang otomatis bersama plugin.
  4. Aktifkan tema dan isi identitas. Klik tombol Aktifkan Tema, lalu isi nama pesantren, alamat, kontak, program, dan biaya pada menu Pengaturan.
  5. Coba dengan data contoh, lalu buka pendaftaran. Muat data contoh, latih panitia, hapus data contoh dengan satu tombol, dan umumkan pendaftaran kepada wali.

Daftar kesiapan

Agar pemasangan lancar, siapkan hal berikut sebelum menghubungi kami.

Kebutuhan
Keterangan
Situs WordPress
Versi 6.0 atau lebih baru dengan PHP 7.4 atau lebih baru. Bila belum ada, pengelola hosting dapat memasangnya
Domain dan hosting
Ditanggung pesantren; paket hosting standar umumnya memadai
Akun administrator
Untuk mengunggah plugin dan mengaktifkan tema
Data pesantren
Nama, alamat, kontak, daftar program, kuota, dan biaya
Orang yang bertanggung jawab
Minimal satu ustadz atau staf yang mau belajar bersama buku pedoman
Tanggal pendaftaran
Perkiraan dibukanya pendaftaran santri baru

Rencana waktu yang realistis

Waktu
Kegiatan
Hari 1
Menghubungi kami, menerima kunci dan paket, memasang plugin dan tema
Hari 2
Mengisi identitas, program, biaya, dan jadwal; mencoba data contoh
Hari 3 sampai 5
Melatih panitia per peran memakai buku pedoman
Hari 6
Menghapus data contoh dan membuka pendaftaran

Pesantren yang pengurusnya sudah terbiasa mengelola situs sering menyelesaikan dua hari pertama dalam satu hari. Yang terpenting adalah memulai lebih awal dari jadwal pendaftaran, agar panitia punya waktu berlatih.

Mulai dari kecil boleh

Tidak harus langsung memakai semua fitur. Banyak pesantren memulai dengan pendaftaran dan verifikasi dokumen saja, lalu menambah ujian CBT dan penilaian pada gelombang berikutnya. Sistem ini dirancang agar Anda dapat tumbuh bertahap tanpa memindahkan data.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berikut jawaban atas keberatan yang paling sering muncul saat pengurus pesantren pertama kali mendengar tawaran ini. Kami menjawabnya apa adanya.

Apakah benar-benar gratis? Apa untungnya bagi kalian?

Benar, tema, plugin, kunci lisensi program, buku pedoman, dan data contoh diberikan tanpa biaya. Keuntungan kami bukan uang dari Anda, melainkan tersebarnya sistem yang rapi di pesantren-pesantren NU dengan identitas yang terjaga. Itulah mengapa tiga syarat identitas tidak bisa ditawar.

Biaya apa saja yang tetap harus saya bayar?

Domain dan hosting, bila belum punya. Bila Anda memakai gerbang pembayaran tertentu, biaya layanan gerbang itu menjadi urusan Anda dengan penyedianya. Tidak ada biaya tersembunyi dari kami. Ketentuan masa berlaku hak pembaruan resmi akan kami jelaskan saat Anda menghubungi kami.

Pesantren kami kecil dan pengurusnya tidak paham komputer. Apakah bisa?

Bisa, dan justru kami merancangnya untuk situasi itu. Pemasangan cukup mengunggah satu berkas plugin. Buku pedoman 61 halaman menjelaskan setiap peran dengan gambar dan tabel. Data contoh memungkinkan Anda berlatih tanpa takut merusak. Bila perlu, mulailah dengan fitur pendaftaran dan verifikasi dokumen saja.

Apakah data santri kami aman? Siapa yang bisa melihatnya?

Data tersimpan di situs milik pesantren, bukan di server kami. Berkas disimpan di folder privat dan hanya dapat diunduh oleh pemilik berkas dan petugas berwenang. Setiap peran hanya melihat menu sesuai tugasnya, dan perubahan penting dicatat di log audit. Aturan umum tetap berlaku: gunakan kata sandi yang kuat, batasi jumlah administrator, dan lakukan cadangan berkala.

Bagaimana jika server lisensi kalian mati atau program ini berhenti?

Tema tidak pernah dikunci. Bila server lisensi tidak dapat dijangkau, pendaftaran tetap berjalan; yang tertunda hanya pembaruan. Data Anda ada di situs Anda sendiri, sehingga tetap dapat Anda kelola.

Bolehkah saya mengubah tampilan dan isi?

Isi dan identitas pesantren bebas Anda atur: nama, alamat, kontak, program, biaya, jadwal, persyaratan, FAQ, dan pengumuman. Perubahan tampilan tambahan boleh selama tidak menyentuh tiga syarat. Menghapus, menyembunyikan, atau mengganti logo NU, tokoh muassis NU, dan nilai-nilai luhur Sinuhun Gunung Jati tidak diperkenankan.

Mengapa ketiga syarat itu tidak boleh diubah sama sekali?

Karena itulah alasan tema ini ada. Bila logo, tokoh, dan nilai itu bisa dicabut, tema ini hanya menjadi sistem pendaftaran biasa, dan pesantren yang memakainya kehilangan kesan serta kepercayaan yang menjadi kekuatannya. Syarat itu menjaga kita semua: Anda, wali, dan nama baik para muassis.

Apakah ada ujian online yang benar-benar bisa dipercaya?

Ujian CBT menyimpan waktu dan jawaban di server, mengikat sesi ke perangkat, dan mencatat kejadian mencurigakan dengan poin bertahap. Sistem menandai, dan manusia memutuskan. Tidak ada sistem ujian daring yang bisa mengklaim mustahil dicurangi, tetapi pengamanan berlapis ditambah peninjauan manusia membuat kecurangan jauh lebih sulit dan lebih mudah terdeteksi.

Kapan batas waktu bergabung, dan bagaimana jika tempat habis?

Program dibatasi untuk 10.000 pesantren, dan batas waktunya kami informasikan saat Anda menghubungi kami. Tempat diberikan berdasarkan urutan pendaftar yang terverifikasi sebagai pesantren NU. Bila tempat habis sebelum Anda mendaftar, kami tidak bisa menjanjikan gelombang berikutnya. Itulah alasan kami menyarankan Anda menghubungi hari ini.

Bagaimana kalian memastikan penerima benar pesantren NU?

Kami mencocokkan data yang Anda kirim: nama pesantren, alamat, pengasuh, dan keterkaitan dengan struktur NU setempat. Proses ini ringan, tetapi kami melakukannya untuk menjaga agar hadiah ini sampai kepada yang dituju.

Saya masih ragu. Apa langkah terkecil yang bisa saya ambil?

Hubungi kami dan ceritakan keadaan pesantren Anda. Tanyakan apa pun. Berbicara dengan kami tidak mengikat Anda pada apa pun, tetapi memastikan tempat Anda sebelum habis.

Ajakan bertindak: hubungi kami hari ini

Anda sudah membaca sampai sini, artinya satu dari dua hal benar. Entah Anda sudah merasakan beratnya penerimaan santri baru dengan cara lama, atau Anda ingin pesantren Anda tampil sebagaimana mestinya: rapi, tepercaya, dan jelas berakar pada NU. Dua-duanya adalah alasan yang baik untuk bergerak sekarang.

Mari kita rangkum apa yang ada di meja.

  • Sebuah sistem penerimaan santri baru lengkap, gratis, yang bisa dipasang dalam sehari.
  • Delapan peran, ujian CBT yang aman, penilaian berbobot, persetujuan pimpinan, dan log audit.
  • Identitas hijau NU dan Mega Mendung Cirebon yang membangun kepercayaan wali sejak detik pertama.
  • Buku pedoman 61 halaman dan data contoh agar panitia tidak canggung.
  • Hanya satu hal yang kami minta: logo NU, tokoh muassis NU, dan nilai-nilai luhur Sinuhun Gunung Jati Syekh Syarif Hidayatullah tidak dihapus dan tidak diganti.

Sementara itu, tempatnya terbatas pada 10.000 pesantren dan program ini memiliki batas waktu penerimaan. Setiap hari yang berlalu, satu atau lebih pesantren lain mengambil tempat. Tanyakan jumlah sisa tempat terbaru saat Anda menghubungi kami.

Cara menghubungi kami

Pesan melalui Facebook

Cara paling cepat untuk bertanya, menyampaikan data pesantren, atau memastikan tempat Anda.

Hubungi kami via Facebook

Apa yang perlu Anda tulis saat menghubungi

Cukup satu pesan singkat dengan format berikut, agar kami dapat segera memproses:

Assalamu’alaikum. Kami dari [nama pesantren], [kota/kabupaten].
Pengasuh: [nama]. Penghubung: [nama dan nomor].
Kami ingin bergabung dalam program PSB NU AMI Hari Santri.
Kami menyetujui tiga syarat identitas: logo NU, tokoh muassis NU, dan nilai Sunan Gunung Jati.

Kami akan membalas dengan langkah berikutnya dan paket pemasangan.

Tolong sebarkan

Jika Anda mengenal pengurus pesantren NU lain, kirimkan artikel ini kepada mereka malam ini. Pesantren yang belum mengetahui tawaran ini bukan sedang menolaknya, mereka hanya belum tahu. Satu pesan dari Anda bisa menjadi sebab sebuah pesantren menemukan alat yang meringankan ratusan jam kerja panitianya.

Penutup

Hari Santri mengingatkan kita bahwa para ulama pesantren tidak menunggu keadaan sempurna untuk berbuat. Mereka berbuat dengan apa yang ada, dengan niat yang lurus, dan Allah membukakan jalan. Tema PSB NU AMI kami persembahkan dengan semangat yang sama, sebagai ikhtiar kecil untuk memuliakan santri, membantu para pengasuh, dan menjaga warisan para muassis serta Sinuhun Gunung Jati.

Selamat Hari Santri. Semoga ikhtiar ini bermanfaat dan diberkahi.

Hubungi kami sekarang, sebelum tempat Anda diambil pesantren lain.

Hubungi kami via Facebook
Lebih baru Lebih lama

Hubungi Kami