👋 Kenalan Dulu
Teman-teman kita
Asep
Tokoh rekaanAsep anak nelayan yang ceria. Dia suka berhitung cepat, kadang terlalu cepat!
Laras
Tokoh rekaanLaras anak pembuat terasi. Dia teliti dan sabar.
Kakek Karta
Tokoh rekaanKakek Karta suka bercerita tentang sejarah Cirebon.
Asep, Laras, dan Kakek Karta adalah tokoh rekaan.
Tokoh dari sejarah Cirebon
Pangeran Walangsungsang
Tokoh sejarahPutra Prabu Siliwangi, raja Pajajaran. Ia membuka kampung nelayan di pesisir. Dari kampung itu tumbuh Cirebon, dan ia dianggap pendiri pertamanya.
Sinuhun Gunung Jati (Syarif Hidayatullah)
Tokoh sejarahKeponakan Pangeran Walangsungsang, putra dari adik beliau, Nyai Rara Santang. Ia memimpin Cirebon mulai tahun 1479 dan dikenal sebagai salah satu Wali Songo.
Menurut cerita tutur, nama Cirebon berasal dari cai (air) dan rebon (udang kecil).
📖 Cerita Pembuka: Berapa Perahunya?
Bismillah. Pagi itu Kakek Karta mengajak Asep dan Laras ke pelabuhan nelayan di pesisir Cirebon. Perahu-perahu berlabuh. Para nelayan membongkar ikan dan rebon. Rebon dibuat menjadi terasi.
Laras menghitung dengan sabar. Hasilnya tiga keranjang penuh dan empat kerikil di tangan.
Di gudang ada 10 tumpukan karung garam. Setiap tumpukan berisi 10 karung. Ada berapa karung semuanya? Hari ini kita belajar berhitung sampai 100 untuk menjawabnya!
🎯 Misi Kecil
Setelah belajar ini, aku bisa:
- menghitung benda sampai 100 dengan membuat kelompok sepuluh-sepuluh,
- menulis angkanya, misalnya 34,
- membaca dan menulis namanya, misalnya tiga puluh empat.
🧺 Siapkan Alat
- 100 benda kecil yang sama: biji jagung, kancing, kerikil bersih, atau tutup botol.
- 10 gelas plastik atau mangkuk kecil (itu “keranjang sepuluh”).
- Pensil, kertas, dan Tabel Seratus (ada di bagian bawah halaman ini, boleh dicetak).
🖐️ Ayo Coba!
Pegang bendanya.
Ambil sekitar 30 benda. Geser satu per satu sambil menyebut angka. Setiap sudah sepuluh, masukkan ke satu gelas. Ingat: benda yang sudah dihitung dipisahkan, supaya tidak terhitung dua kali.
Gambar.
Contoh untuk 34: tiga kelompok sepuluh, ditambah empat.
Tulis angkanya.
34, dibaca tiga puluh empat.
10, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 90, 100
Sepuluh kelompok sepuluh menjadi seratus. Itu jawaban teka-teki karung garam!
Coba sendiri
Cara membaca nama bilangan
| Angka | Dibaca | Cara mengingat |
|---|---|---|
| 10 | sepuluh | satu kelompok sepuluh |
| 11 | sebelas | kata khusus |
| 12 | dua belas | dua + belas |
| 19 | sembilan belas | sembilan + belas |
| 20 | dua puluh | dua kelompok sepuluh |
| 21 | dua puluh satu | dua puluh + satu |
| 45 | empat puluh lima | empat puluh + lima |
| 99 | sembilan puluh sembilan | sembilan puluh + sembilan |
| 100 | seratus | sepuluh kelompok sepuluh |
🗣️ Ayo Ceritakan
Jawab dengan kata-katamu atau dengan gambar. Pendamping boleh menuliskan jawabannya.
Jawabanmu tersimpan di perangkat ini.⚠️ Awas Jebakan!
- Angka terbalik. 12 dan 21 itu berbeda! Pada 21, ada dua kelompok sepuluh di depan.
- “Dua puluh satu” ditulis 201. Salah. Cukup tulis 21. Cek lagi dengan gelas dan benda.
- Terhitung dua kali atau terlewat. Geser benda yang sudah dihitung ke sisi lain.
Tabel Seratus
Gunakan tabel ini untuk membantu mengerjakan latihan. Angka berakhiran 0 diberi warna. Halaman ini juga boleh dicetak.
⭐ Lembar Aktivitas Bintang 1–6
Kerjakan dari Bintang 1 sampai 6, lalu lanjut ke Kuis Gambar. Boleh dibantu pendamping untuk membaca soal. Jawaban benar tidak ditampilkan setelah selesai. Kamu akan mendapat nilai, Kartu Bintang, dan bukti selesai berupa gambar PNG.
🔤 Kamus Mini
| English | Bahasa Indonesia | Contoh |
|---|---|---|
| count | membilang | Count to 10. |
| number | bilangan, angka | Number 34. |
| hundred | seratus | One hundred = 100. |
👪 Catatan Pendamping
- Waktu. Dua sesi pendek. Sesi 1 (15–20 menit): Cerita, Ayo Coba, Ayo Ceritakan. Sesi 2: Bintang 1–3. Bintang 4–6 boleh hari lain.
- Tanda anak sudah paham. Ia bisa menghitung sekitar 30 benda dengan membuat kelompok sepuluh, menulis angkanya, dan menyebut namanya dengan benar.
- Pertanyaan pancingan. “Kamu mulai dari mana?”, “Bagaimana kalau kita hitung sepuluh-sepuluh?”, “Kenapa kamu yakin?” Beri waktu anak menjawab sebelum membantu.
- Kesalahan yang wajar. Angka terbalik (12 dan 21), menulis 201 untuk 21, atau melompati “sebelas”. Kembali ke benda dan gelas, jangan langsung membetulkan.
- Jika anak masih ragu di bawah 20. Ulangi bilangan 1–20 dulu dengan benda, 5 menit per hari.
- Tentang penilaian latihan. Nilai dihitung otomatis dari 15 soal (12 kegiatan Bintang dan 3 soal kuis) dengan nilai sama untuk tiap soal. Soal yang butuh bukti dengan benda, gambar, atau cerita lisan diubah menjadi pilihan atau isian singkat. Jawaban lain yang masuk akal bisa dinilai pendamping secara lisan. Yang dinilai tetap cara berpikirnya, bukan hanya angka akhir.
- Tentang tokoh sejarah. Fakta tokoh bersumber dari babad dan tradisi Cirebon, dan beberapa rincian bisa berbeda antar sumber. Dialog tokoh dalam cerita hanya dari Kakek Karta (tokoh rekaan) dan tidak mengutip ucapan tokoh sejarah. Mohon dicek dengan guru sejarah, sejarawan, atau pihak keraton bila dipakai di kelas.
- Nilai yang dilatih. Teliti dan jujur dalam berhitung, serta bekerja sama. Ini mendukung dimensi profil lulusan penalaran kritis, kolaborasi, dan komunikasi.
Acuan seri
Seri ini membahas: Membilang dan menulis sampai 100. Ini seri ke-1 dari 5 seri di Unit 1 (Pekan 1–3).
Acuan nasional (CP Fase A)
Bilangan: bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, komposisi dan dekomposisi.
Padanan internasional
Cambridge Number: counting, place value, ordering numbers to 100.
CPA: kotak puluhan dan satuan.
