AMI | Global Math

Matematika Kelas 2 SD: Membilang dan Menulis Sampai 100

Matematika Kelas II SD
Membilang dan Menulis Sampai 100Petualangan di pelabuhan nelayan Cirebon bersama Asep, Laras, dan Kakek Karta.
Seri #1Matematika Kelas IIUnit 1Pekan 1–3

👋 Kenalan Dulu

Teman-teman kita

Asep

Tokoh rekaan

Asep anak nelayan yang ceria. Dia suka berhitung cepat, kadang terlalu cepat!

Laras

Tokoh rekaan

Laras anak pembuat terasi. Dia teliti dan sabar.

Kakek Karta

Tokoh rekaan

Kakek Karta suka bercerita tentang sejarah Cirebon.

Asep, Laras, dan Kakek Karta adalah tokoh rekaan.

Tokoh dari sejarah Cirebon

Pangeran Walangsungsang

Tokoh sejarah

Putra Prabu Siliwangi, raja Pajajaran. Ia membuka kampung nelayan di pesisir. Dari kampung itu tumbuh Cirebon, dan ia dianggap pendiri pertamanya.

Sinuhun Gunung Jati (Syarif Hidayatullah)

Tokoh sejarah

Keponakan Pangeran Walangsungsang, putra dari adik beliau, Nyai Rara Santang. Ia memimpin Cirebon mulai tahun 1479 dan dikenal sebagai salah satu Wali Songo.

Tahukah kamu?

Menurut cerita tutur, nama Cirebon berasal dari cai (air) dan rebon (udang kecil).

📖 Cerita Pembuka: Berapa Perahunya?

Bismillah. Pagi itu Kakek Karta mengajak Asep dan Laras ke pelabuhan nelayan di pesisir Cirebon. Perahu-perahu berlabuh. Para nelayan membongkar ikan dan rebon. Rebon dibuat menjadi terasi.

Kakek Karta
“Dulu sekali, lebih dari 500 tahun lalu, tempat seperti ini hanya kampung nelayan kecil. Pangeran Walangsungsang yang membukanya. Lama-lama kampung itu menjadi Cirebon.”
Asep
“Wah, banyak sekali perahunya! Satu, dua, tiga, ... eh, yang ini sudah kuhitung belum ya?”
Laras
“Pelan-pelan, Asep. Setiap ada satu perahu, aku taruh satu kerikil. Kalau sudah sepuluh kerikil, kumasukkan ke satu keranjang.”

Laras menghitung dengan sabar. Hasilnya tiga keranjang penuh dan empat kerikil di tangan.

Asep
“Sepuluh, dua puluh, tiga puluh... tiga puluh satu, tiga puluh dua, tiga puluh tiga, tiga puluh empat! Ada 34 perahu!”
Kakek Karta
“Hebat! Dulu pun pelabuhan Cirebon ramai. Pedagang dari berbagai tempat di Nusantara datang membawa kain batik, garam, dan rempah. Saat itu Cirebon dipimpin Sinuhun Gunung Jati, keponakan Pangeran Walangsungsang. Pesan Kakek: pedagang yang baik berhitung dengan teliti dan jujur.”
🧩 Teka-teki hari ini

Di gudang ada 10 tumpukan karung garam. Setiap tumpukan berisi 10 karung. Ada berapa karung semuanya? Hari ini kita belajar berhitung sampai 100 untuk menjawabnya!

🎯 Misi Kecil

Setelah belajar ini, aku bisa:

  • menghitung benda sampai 100 dengan membuat kelompok sepuluh-sepuluh,
  • menulis angkanya, misalnya 34,
  • membaca dan menulis namanya, misalnya tiga puluh empat.

🧺 Siapkan Alat

  • 100 benda kecil yang sama: biji jagung, kancing, kerikil bersih, atau tutup botol.
  • 10 gelas plastik atau mangkuk kecil (itu “keranjang sepuluh”).
  • Pensil, kertas, dan Tabel Seratus (ada di bagian bawah halaman ini, boleh dicetak).
Pendamping: awasi anak agar benda kecil tidak dimasukkan ke mulut.

🖐️ Ayo Coba!

  1. Pegang bendanya.

    Ambil sekitar 30 benda. Geser satu per satu sambil menyebut angka. Setiap sudah sepuluh, masukkan ke satu gelas. Ingat: benda yang sudah dihitung dipisahkan, supaya tidak terhitung dua kali.

  2. Gambar.

    Contoh untuk 34: tiga kelompok sepuluh, ditambah empat.

  3. Tulis angkanya.

    34, dibaca tiga puluh empat.

Berhitung loncat sepuluh

10, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 90, 100

Sepuluh kelompok sepuluh menjadi seratus. Itu jawaban teka-teki karung garam!

Coba sendiri

Cara membaca nama bilangan

AngkaDibacaCara mengingat
10sepuluhsatu kelompok sepuluh
11sebelaskata khusus
12dua belasdua + belas
19sembilan belassembilan + belas
20dua puluhdua kelompok sepuluh
21dua puluh satudua puluh + satu
45empat puluh limaempat puluh + lima
99sembilan puluh sembilansembilan puluh + sembilan
100seratussepuluh kelompok sepuluh

🗣️ Ayo Ceritakan

Jawab dengan kata-katamu atau dengan gambar. Pendamping boleh menuliskan jawabannya.

Jawabanmu tersimpan di perangkat ini.

⚠️ Awas Jebakan!

  • Angka terbalik. 12 dan 21 itu berbeda! Pada 21, ada dua kelompok sepuluh di depan.
  • “Dua puluh satu” ditulis 201. Salah. Cukup tulis 21. Cek lagi dengan gelas dan benda.
  • Terhitung dua kali atau terlewat. Geser benda yang sudah dihitung ke sisi lain.

Tabel Seratus

Gunakan tabel ini untuk membantu mengerjakan latihan. Angka berakhiran 0 diberi warna. Halaman ini juga boleh dicetak.

⭐ Lembar Aktivitas Bintang 1–6

Nama:Tanggal:

Kerjakan dari Bintang 1 sampai 6, lalu lanjut ke Kuis Gambar. Boleh dibantu pendamping untuk membaca soal. Jawaban benar tidak ditampilkan setelah selesai. Kamu akan mendapat nilai, Kartu Bintang, dan bukti selesai berupa gambar PNG.

🏆 Sudah selesai mengerjakan semuanya?
Nama untuk bukti selesai:
0dari 100
Kartu Bintang
Bintang 1☆☆
Bintang 2☆☆
Bintang 3☆☆
Bintang 4☆☆
Bintang 5☆☆
Bintang 6☆☆
Bukti selesai belajar
Kunci jawaban tidak ditampilkan. Kalau ingin nilai lebih baik, baca lagi ceritanya, praktikkan dengan benda, lalu tekan “Ulangi latihan”. Bukti yang diunduh berisi nama, tanggal, nilai, dan bintangmu.

🔤 Kamus Mini

EnglishBahasa IndonesiaContoh
countmembilangCount to 10.
numberbilangan, angkaNumber 34.
hundredseratusOne hundred = 100.

👪 Catatan Pendamping

  • Waktu. Dua sesi pendek. Sesi 1 (15–20 menit): Cerita, Ayo Coba, Ayo Ceritakan. Sesi 2: Bintang 1–3. Bintang 4–6 boleh hari lain.
  • Tanda anak sudah paham. Ia bisa menghitung sekitar 30 benda dengan membuat kelompok sepuluh, menulis angkanya, dan menyebut namanya dengan benar.
  • Pertanyaan pancingan. “Kamu mulai dari mana?”, “Bagaimana kalau kita hitung sepuluh-sepuluh?”, “Kenapa kamu yakin?” Beri waktu anak menjawab sebelum membantu.
  • Kesalahan yang wajar. Angka terbalik (12 dan 21), menulis 201 untuk 21, atau melompati “sebelas”. Kembali ke benda dan gelas, jangan langsung membetulkan.
  • Jika anak masih ragu di bawah 20. Ulangi bilangan 1–20 dulu dengan benda, 5 menit per hari.
  • Tentang penilaian latihan. Nilai dihitung otomatis dari 15 soal (12 kegiatan Bintang dan 3 soal kuis) dengan nilai sama untuk tiap soal. Soal yang butuh bukti dengan benda, gambar, atau cerita lisan diubah menjadi pilihan atau isian singkat. Jawaban lain yang masuk akal bisa dinilai pendamping secara lisan. Yang dinilai tetap cara berpikirnya, bukan hanya angka akhir.
  • Tentang tokoh sejarah. Fakta tokoh bersumber dari babad dan tradisi Cirebon, dan beberapa rincian bisa berbeda antar sumber. Dialog tokoh dalam cerita hanya dari Kakek Karta (tokoh rekaan) dan tidak mengutip ucapan tokoh sejarah. Mohon dicek dengan guru sejarah, sejarawan, atau pihak keraton bila dipakai di kelas.
  • Nilai yang dilatih. Teliti dan jujur dalam berhitung, serta bekerja sama. Ini mendukung dimensi profil lulusan penalaran kritis, kolaborasi, dan komunikasi.

Acuan seri

Seri ini membahas: Membilang dan menulis sampai 100. Ini seri ke-1 dari 5 seri di Unit 1 (Pekan 1–3).

Acuan nasional (CP Fase A)

Bilangan: bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, komposisi dan dekomposisi.

Padanan internasional

Cambridge Number: counting, place value, ordering numbers to 100.

CPA: kotak puluhan dan satuan.

AMI | Global Mathematics Education – www.ami.sch.id. Progres belajar dan catatan latihan tersimpan hanya di perangkat ini.

Lebih baru Lebih lama

ads

نموذج الاتصال